Air Bersih Aceh Tamiang Pulih Usai SPAM Rantau Beroperasi
Pasokan Air Bersih Mulai Pulih Pascabanjir
Pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang berangsur kembali normal setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau kembali beroperasi. Pemulihan ini menjadi kabar penting bagi masyarakat yang sempat mengalami kesulitan air bersih akibat banjir bandang yang merusak sejumlah infrastruktur vital.
Kembalinya layanan SPAM Rantau menandai fase krusial dalam pemulihan kebutuhan dasar warga. Air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk sanitasi, layanan kesehatan, dan aktivitas sehari-hari yang sempat terganggu selama masa darurat.
Menteri PU Tinjau Langsung Instalasi Pengolahan Air
Menteri Kementerian Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air Rantau untuk memastikan kesiapan operasional dan kualitas air yang diproduksi.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU menegaskan bahwa air yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan. Ia memastikan proses pengolahan berjalan normal dan air sudah mengalir ke reservoir sebelum didistribusikan ke pelanggan.
Sebagai bentuk keyakinan terhadap kualitas air, Menteri PU bahkan meminum langsung air dari bak penampungan. Aksi tersebut menjadi simbol kepercayaan pemerintah terhadap keamanan air yang kini kembali dikonsumsi masyarakat.
Dari Keruh Menjadi Jernih Lewat Proses Filtrasi
Saat peninjauan dilakukan, terlihat jelas perbedaan kondisi air sebelum dan sesudah pengolahan. Air baku yang sebelumnya tampak keruh kecokelatan akibat lumpur banjir berubah menjadi jernih setelah melalui proses filtrasi dan pengolahan.
Proses ini menunjukkan bahwa sistem pengolahan di SPAM Rantau telah kembali berfungsi optimal. Bagi warga, perubahan visual tersebut memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa air yang mengalir ke rumah mereka layak digunakan.
SPAM Rantau Layani Wilayah Strategis
SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik dan melayani kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rantau serta wilayah sekitarnya. Fasilitas ini menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Aceh Tamiang, terutama di kawasan padat penduduk.
Ketika banjir bandang melanda, gangguan pada SPAM Rantau berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemulihan cepat fasilitas ini menjadi prioritas utama pemerintah pusat dan daerah.
Kerusakan Parah Akibat Banjir Bandang
Sebelum kembali beroperasi, SPAM Rantau mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang. Sejumlah komponen vital terdampak, mulai dari tanggul Instalasi Pengolahan Air, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan.
Kerusakan tersebut menyebabkan layanan air bersih terhenti, memaksa warga mengandalkan sumber air alternatif yang terbatas dan tidak selalu aman. Kondisi ini juga memicu lonjakan permintaan air tangki di wilayah terdampak.
Percepatan Rehabilitasi oleh Hutama Karya
Proses pemulihan SPAM Rantau dipercepat melalui dukungan PT Hutama Karya. Perusahaan pelat merah ini melakukan rehabilitasi sistem secara menyeluruh, termasuk optimalisasi pompa, perbaikan mekanikal dan elektrikal, serta pembersihan sisa lumpur yang menumpuk pascabanjir.
Langkah cepat ini memungkinkan SPAM Rantau kembali beroperasi dalam waktu relatif singkat. Pemerintah menilai kolaborasi antara kementerian teknis dan BUMN konstruksi menjadi kunci percepatan pemulihan infrastruktur dasar.
Dukungan Darurat Selama Masa Transisi
Selama masa transisi sebelum sistem pulih sepenuhnya, pemerintah menyiagakan berbagai dukungan darurat. Menara tangki air sementara dipasang untuk menjamin ketersediaan air bagi warga, sementara genset disiapkan untuk memastikan operasional tetap berjalan meski pasokan listrik belum stabil.
Langkah ini membantu menekan dampak krisis air bersih, terutama bagi fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, dan posko pengungsian yang membutuhkan pasokan air kontinu.
Keluhan Warga soal Mahal Air Tangki
Di sela kunjungan, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait mahalnya harga air tangki swasta selama masa krisis. Kelangkaan pasokan membuat harga air tangki melonjak tajam, bahkan dilaporkan mencapai jutaan rupiah per tangki.
Keluhan tersebut mencerminkan beban tambahan yang harus ditanggung warga di tengah situasi pascabencana. Menanggapi hal ini, Menteri PU menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin akses air bersih yang terjangkau, sekaligus memastikan praktik harga tidak memberatkan masyarakat.
Air Bersih sebagai Kebutuhan Dasar
Pemerintah menilai pemulihan layanan air bersih merupakan prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Air bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial.
Dengan kembali beroperasinya SPAM Rantau, warga Aceh Tamiang diharapkan dapat segera kembali menjalani aktivitas normal tanpa kekhawatiran kekurangan air.
Komitmen Rehabilitasi Jangka Panjang
Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur air bersih di Aceh Tamiang. Fokus utama meliputi penguatan intake, perbaikan jaringan distribusi, serta peningkatan ketahanan sistem terhadap potensi bencana di masa depan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan layanan, tetapi juga meningkatkan resiliensi infrastruktur air bersih agar lebih siap menghadapi kondisi ekstrem.
Harapan Warga Pasokan Air Tetap Stabil
Kembalinya pasokan air bersih disambut lega oleh warga Aceh Tamiang. Banyak masyarakat berharap layanan ini dapat terus stabil dan tidak kembali terganggu, terutama saat musim hujan.
Bagi warga, air bersih bukan sekadar layanan, melainkan simbol pulihnya kehidupan pascabanjir. Dengan dukungan pemerintah dan perbaikan berkelanjutan, Aceh Tamiang diharapkan mampu bangkit lebih kuat dari bencana yang melanda.
Baca Juga : Potret Pemulihan Pascabanjir Aceh: Membersihkan Sisa Bencana
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritajalan

