Dekopinda Depok Didorong Libatkan Gen Z di Koperasi
medianews.web.id Koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan menghadapi tantangan besar di era modern. Perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, serta dominasi ekonomi digital membuat keberadaan koperasi mulai dianggap kurang menarik oleh generasi muda.
Kondisi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Barat. Regenerasi kepengurusan dinilai sebagai kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dorongan Libatkan Generasi Z
Ketua Dekopinwil Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, mendorong Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Depok agar lebih aktif melibatkan generasi Z dalam struktur kepengurusan koperasi.
Menurutnya, keterlibatan anak muda tidak hanya penting untuk menambah jumlah anggota, tetapi juga untuk menghadirkan ide, inovasi, serta cara pandang baru dalam pengelolaan koperasi.
Generasi Z dinilai memiliki potensi besar untuk membawa koperasi ke arah yang lebih modern dan digital.
Koperasi Perlu Didekatkan dengan Anak Muda
Yuke menilai masih banyak anak muda yang belum mengenal koperasi secara utuh. Sebagian besar hanya memahami koperasi sebatas simpan pinjam, tanpa mengetahui nilai kebersamaan, demokrasi ekonomi, dan peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Kurangnya pemahaman inilah yang membuat generasi muda kurang tertarik terlibat. Padahal, koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi wadah kewirausahaan berbasis komunitas.
Karena itu, pendekatan edukatif dinilai menjadi langkah penting.
Edukasi Koperasi Sejak Usia Dini
Salah satu strategi yang diusulkan adalah memperkenalkan konsep koperasi sejak usia dini. Edukasi dapat dimulai dari jenjang pendidikan awal hingga menengah.
Pengenalan dasar di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar bertujuan menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong. Di jenjang berikutnya, siswa dapat dikenalkan pada konsep ekonomi koperasi secara lebih sistematis.
Dengan pendekatan berjenjang, pemahaman anak terhadap koperasi akan terbentuk secara alami.
Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Dekopinda Kota Depok diharapkan dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dalam menyusun program pengenalan koperasi di lingkungan sekolah.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai strategis karena sekolah merupakan ruang paling efektif untuk membangun kesadaran sejak dini.
Melalui kegiatan edukasi, simulasi koperasi sekolah, hingga praktik kewirausahaan, siswa dapat memahami koperasi secara langsung, bukan hanya lewat teori.
Menanamkan Nilai yang Berkelanjutan
Menurut Yuke, nilai yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk pola pikir jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa dengan konsep kebersamaan akan lebih mudah menerima koperasi sebagai bagian dari kehidupan ekonomi.
Ketika dewasa, mereka diharapkan tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga penggerak koperasi di daerah masing-masing.
Inilah yang disebut sebagai investasi sosial jangka panjang.
Minimnya Literasi Jadi Tantangan Nyata
Saat ini, rendahnya literasi koperasi di kalangan generasi muda menjadi tantangan besar. Banyak anak muda bahkan tidak memahami perbedaan koperasi dengan lembaga keuangan lainnya.
Ketidaktahuan ini membuat koperasi kalah bersaing dengan platform keuangan digital yang tampil lebih modern dan praktis.
Padahal, koperasi memiliki nilai lebih dari sisi keberpihakan terhadap anggota.
Kaderisasi Jadi Kunci Masa Depan
Melalui pendidikan koperasi, diharapkan akan lahir kader-kader muda yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Tanpa kaderisasi, koperasi berisiko kehilangan regenerasi.
Yuke menegaskan bahwa pendidikan koperasi harus menjadi pilar utama pembentukan kader masa depan agar koperasi tidak tergantikan oleh sistem ekonomi lain.
Kader muda inilah yang nantinya akan menjaga keberlanjutan koperasi.
Peran Strategis Dekopinda
Sebagai organisasi yang menaungi koperasi di daerah, Dekopinda memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem koperasi yang sehat.
Tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga sebagai pusat edukasi, advokasi, dan pembinaan koperasi.
Dengan pendekatan yang tepat, Dekopinda dapat menjadi jembatan antara generasi lama dan generasi baru.
Transformasi Koperasi di Era Digital
Masuknya generasi Z ke dalam koperasi juga diharapkan mampu mendorong transformasi digital. Anak muda lebih akrab dengan teknologi, media sosial, dan sistem digital.
Kehadiran mereka dapat membantu koperasi dalam pengelolaan administrasi modern, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi.
Transformasi ini penting agar koperasi tidak tertinggal.
Menghidupkan Kembali Marwah Koperasi
Koperasi pernah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Namun, seiring waktu, citra tersebut mulai memudar.
Melalui edukasi dan keterlibatan generasi muda, marwah koperasi diharapkan dapat bangkit kembali sebagai ekonomi berbasis kebersamaan.
Koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga kuno, melainkan sebagai ruang kolaborasi modern.
Membangun Ekonomi Daerah yang Kuat
Kuatnya koperasi akan berdampak langsung pada perekonomian daerah. Dengan anggota yang aktif dan berdaya, perputaran ekonomi dapat berlangsung lebih merata.
Generasi muda yang terlibat juga akan menciptakan peluang usaha baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi inklusif.
Harapan untuk Masa Depan Koperasi
Dorongan kepada Dekopinda Kota Depok menjadi langkah awal dalam membangun koperasi yang berkelanjutan. Regenerasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
Dengan melibatkan generasi Z sejak dini, koperasi memiliki peluang besar untuk tetap hidup dan berkembang di masa depan.
Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, koperasi, dan masyarakat.
Tanpa kerja sama, upaya edukasi akan berjalan parsial dan kurang berdampak.
Kolaborasi yang solid diyakini mampu menciptakan ekosistem koperasi yang kuat.
Menuju Koperasi Modern dan Inklusif
Dengan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan generasi muda, koperasi dapat bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang inklusif.
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan koperasi tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Koperasi bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga milik masa depan generasi Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com
