Tragedi Kebakaran Bar di Swiss, 40 Orang Tewas
Perayaan Tahun Baru Berubah Jadi Tragedi
Perayaan Tahun Baru yang seharusnya penuh kegembiraan berubah menjadi tragedi mengerikan di sebuah bar di Pegunungan Alpen Swiss. Kebakaran hebat melanda ruang bawah tanah bar Le Constellation, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari seratus lainnya. Sebagian besar korban adalah pengunjung muda yang tengah merayakan pergantian tahun di lokasi hiburan malam tersebut.
Peristiwa ini mengguncang publik Swiss dan komunitas internasional. Otoritas setempat menyebut tragedi ini sebagai salah satu bencana kebakaran terburuk dalam sejarah modern negara tersebut.
Lokasi Populer di Jantung Resor Ski
Le Constellation terletak di Crans-Montana, sebuah kawasan wisata musim dingin terkenal di Swiss. Bar ini dikenal sebagai tempat favorit anak muda lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke resor ski mewah tersebut.
Pada malam kejadian, diperkirakan sekitar 200 orang memadati bar yang berada di ruang bawah tanah itu. Musik keras, minuman, dan suasana pesta membuat tempat tersebut penuh sesak, sementara jalur keluar dilaporkan sempit dan terbatas.
Dugaan Pemicu: Kembang Api di Botol Sampanye
Meski penyelidikan resmi masih berlangsung, pihak berwenang menyebut penggunaan kembang api yang dipasang di atas botol sampanye sebagai penyebab paling mungkin dari kebakaran. Praktik tersebut umum dilakukan di sejumlah klub malam untuk menambah kemeriahan, namun menyimpan risiko tinggi.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa botol sampanye diangkat ke udara dengan kembang api menyala di atasnya. Tak lama kemudian, api dan asap terlihat menyembur dari langit-langit, memicu kepanikan massal.
Material Langit-Langit Sangat Mudah Terbakar
Para ahli kebakaran menyoroti material panel akustik di langit-langit bar sebagai faktor utama yang memperparah insiden. Panel tersebut dirancang untuk meredam suara, namun terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar.
Konsultan kebakaran independen Stephen MacKenzie menggambarkan material itu sebagai “bensin plastik”. Menurutnya, percikan kecil dari kembang api cukup untuk memicu nyala api yang kemudian menyebar sangat cepat.
Api Menyebar dalam Hitungan Detik
Saksi mata menggambarkan bagaimana api melahap seluruh ruangan hanya dalam waktu sekitar 10 detik setelah langit-langit terbakar. Fenomena ini dikenal sebagai flashover, yakni kondisi ketika hampir semua material di dalam ruangan terbakar secara bersamaan.
Dalam beberapa rekaman video, terlihat seorang pengunjung mencoba memadamkan api dengan kain basah, sementara sebagian lainnya masih menari dan belum menyadari bahaya besar yang mengancam.
Kepanikan dan Jalur Evakuasi yang Sempit
Ketika asap hitam pekat mulai memenuhi ruangan, para pengunjung bergegas menuju pintu keluar. Namun, kepadatan pengunjung dan jalur evakuasi yang sempit menyebabkan kemacetan parah. Banyak orang terjatuh dan terinjak dalam desak-desakan.
Seorang saksi bernama Axel mengatakan awalnya mereka mengira teriakan “api” hanyalah lelucon. Namun, dalam hitungan detik, asap membuat orang sulit bernapas. Ia akhirnya memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.
Kesaksian Korban Selamat yang Mengerikan
Seorang remaja berusia 17 tahun dari Lausanne, Laetitia Place, menggambarkan pengalaman traumatisnya saat berusaha keluar dari bar. Menurutnya, tangga pertama relatif mudah dilewati, tetapi pintu kecil setelahnya menjadi titik kemacetan fatal.
Orang-orang bertumpuk, beberapa terbakar, dan sebagian tewas tepat di sampingnya. Kesaksian ini menggambarkan betapa cepat situasi berubah dari pesta menjadi bencana kemanusiaan.
Respons Cepat Layanan Darurat
Layanan darurat Swiss tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah kebakaran dilaporkan. Petugas pemadam kebakaran, ambulans, dan polisi segera mengevakuasi korban dari dalam gedung yang masih dipenuhi asap.
Puluhan korban luka dilarikan ke rumah sakit di berbagai wilayah Swiss. Sebagian pasien dengan luka bakar parah bahkan dipindahkan ke rumah sakit di negara Eropa lain untuk mendapatkan perawatan spesialis.
Kesaksian di Luar Gedung
Video yang diverifikasi media internasional menunjukkan sejumlah orang tergeletak tak bergerak di luar gedung, sementara orang-orang di sekitar berusaha memberikan pertolongan pertama. Seorang warga sekitar, Paolo Campolo, mengatakan ia mencoba membantu membuka pintu darurat di belakang bar, namun pintu tersebut macet oleh orang-orang yang berusaha keluar.
Ia akhirnya turun tangan sendiri sebelum petugas pemadam kebakaran sepenuhnya menguasai lokasi.
Pernyataan Otoritas Swiss
Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut insiden ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah terjadi di negaranya. Kepala jaksa setempat, Beatrice Pilloud, mengatakan penyelidikan difokuskan pada kepatuhan bangunan terhadap peraturan keselamatan, khususnya terkait pemasangan panel busa di langit-langit.
Pihak berwenang juga menyelidiki praktik penggunaan kembang api di dalam ruangan, yang berpotensi melanggar standar keselamatan publik.
Pertanyaan Besar soal Keselamatan Tempat Hiburan
Tragedi ini memunculkan kembali perdebatan mengenai standar keselamatan di tempat hiburan malam, terutama terkait kapasitas pengunjung, bahan bangunan, dan penggunaan efek visual seperti kembang api.
Para ahli menilai kombinasi antara ruangan tertutup, material mudah terbakar, dan kerumunan padat menciptakan kondisi sangat berbahaya. Insiden ini diperkirakan akan mendorong pengetatan regulasi keselamatan di Swiss dan negara Eropa lainnya.
Duka Mendalam dan Proses Identifikasi
Hingga kini, proses identifikasi korban tewas masih berlangsung. Banyak keluarga korban menunggu kabar dengan penuh kecemasan. Pemerintah Swiss menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga mereka.
Tragedi kebakaran bar di Crans-Montana menjadi pengingat pahit bahwa euforia perayaan dapat berubah menjadi petaka dalam sekejap, terutama ketika aspek keselamatan diabaikan. Dunia kini menunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali.
Baca Juga : PSSI Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Cek Juga Artikel Dari Platform : hotviralnews

