BEI Resmi Buka Perdagangan Saham 2026, IHSG Menguat
BEI Resmi Membuka Perdagangan Saham Tahun 2026
Bursa Efek Indonesia atau Bursa Efek Indonesia secara resmi membuka perdagangan saham tahun 2026 pada Jumat (2/1). Pembukaan tahun perdagangan baru ini diawali dengan sentimen positif di pasar, tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) yang bergerak di zona hijau sejak awal sesi.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 0,34 persen ke level 8.676. Penguatan ini menandai optimisme investor menyambut tahun baru, seiring harapan berlanjutnya kinerja positif pasar modal Indonesia setelah mencatatkan capaian impresif sepanjang tahun sebelumnya.
Aktivitas Transaksi Langsung Ramai di Awal Sesi
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.13 WIB, aktivitas transaksi saham terpantau cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi triliunan rupiah. IHSG bahkan sempat bergerak lebih tinggi ke level 8.683, menunjukkan minat beli yang masih mendominasi pasar.
Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di awal 2026. Likuiditas yang terjaga dan partisipasi investor yang tinggi menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global.
Seremoni Dihadiri Pejabat Tinggi Negara
Acara pembukaan perdagangan saham tahun 2026 digelar secara seremonial di gedung BEI dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, serta Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Kehadiran para pemangku kepentingan utama sektor keuangan ini menunjukkan sinergi antara otoritas moneter, regulator, dan pengelola bursa dalam menjaga kepercayaan pasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pasar modal.
Target Ambisius BEI Menuju Bursa Global
Dalam sambutannya, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan visi jangka panjang pengembangan pasar modal Indonesia. BEI menargetkan Indonesia mampu menembus jajaran 10 besar bursa dunia pada tahun 2030, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian.
Target tersebut dinilai realistis dengan melihat pertumbuhan jumlah investor, peningkatan kualitas emiten, serta dukungan kebijakan yang terus diperkuat. Menurut BEI, pencapaian tersebut akan memberikan manfaat optimal tidak hanya bagi investor dan emiten, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Kinerja Gemilang IHSG Sepanjang 2025
Optimisme di awal 2026 tidak terlepas dari kinerja pasar saham yang solid sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak puluhan kali, mencerminkan tren penguatan yang konsisten.
Pada Agustus 2025, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 8.710 sebelum akhirnya menutup tahun di level 8.646. Secara tahunan, IHSG mencatatkan kenaikan signifikan secara year to date, menjadikannya salah satu indeks dengan performa menonjol di kawasan regional.
Optimisme Investor Menyambut Tahun Baru
Penguatan IHSG di hari pertama perdagangan 2026 mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan kinerja emiten. Stabilitas makroekonomi, inflasi yang terjaga, serta arah kebijakan moneter yang relatif konsisten menjadi faktor pendukung sentimen positif tersebut.
Selain itu, meningkatnya literasi dan inklusi pasar modal turut mendorong partisipasi investor ritel. Jumlah investor domestik yang terus bertambah menjadi penopang penting bagi ketahanan pasar, terutama di tengah ketidakpastian global.
Peran OJK dan BI Jaga Stabilitas Pasar
Regulator dan otoritas moneter menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. OJK berfokus pada penguatan pengawasan, perlindungan investor, serta peningkatan kualitas tata kelola emiten. Sementara Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas di pasar keuangan.
Sinergi antara OJK, BI, dan BEI menjadi fondasi penting dalam menciptakan pasar modal yang kredibel, transparan, dan berdaya saing global. Hal ini menjadi prasyarat utama untuk mencapai target jangka panjang yang telah ditetapkan.
Tantangan Global Tetap Jadi Perhatian
Meski dibuka dengan sentimen positif, pelaku pasar tetap mencermati berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG ke depan. Dinamika suku bunga global, ketegangan geopolitik, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju masih menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi.
Namun demikian, fundamental ekonomi domestik yang relatif kuat memberikan ruang bagi pasar saham Indonesia untuk tetap resilien. Diversifikasi sektor emiten dan besarnya pasar domestik menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan banyak negara lain.
Harapan terhadap Pasar Modal 2026
Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum lanjutan bagi penguatan pasar modal Indonesia. BEI menargetkan peningkatan jumlah emiten berkualitas, pendalaman instrumen investasi, serta peningkatan partisipasi investor institusi dan ritel.
Dengan dibukanya perdagangan saham 2026 dalam suasana optimistis, pasar modal Indonesia diharapkan mampu terus menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus sarana investasi yang andal bagi masyarakat. Awal yang positif ini menjadi pijakan penting untuk menapaki tantangan dan peluang sepanjang tahun.
Baca Juga : Air Bersih Aceh Tamiang Pulih Usai SPAM Rantau Beroperasi
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritapembangunan

