KPK Dalami Aliran Uang Sudewo Lewat Jalur Koperasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyelidikan terkait dugaan aliran uang yang terafiliasi dengan Bupati nonaktif Pati, Sudewo (SDW). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut mendalami jalur koperasi yang diduga menjadi salah satu pintu masuk dan keluar arus dana yang berkaitan dengan sosok Sudewo.
Langkah ini menunjukkan bahwa KPK tidak hanya fokus pada transaksi langsung yang melibatkan pejabat, tetapi juga menelusuri kemungkinan penggunaan lembaga atau badan usaha tertentu sebagai perantara dalam pergerakan uang. Dalam kasus-kasus korupsi, koperasi atau badan ekonomi lainnya kerap dijadikan sarana untuk menyamarkan transaksi yang mencurigakan.
Pemeriksaan Saksi dan Pendalaman Jalur Koperasi
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa sejumlah saksi telah diperiksa oleh penyidik dalam rangka memperjelas dugaan aliran dana tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci bagaimana arus uang yang masuk maupun keluar melalui koperasi yang diduga terhubung dengan Sudewo.
“Dalam pemeriksaan ini penyidik mendalami terkait dengan dugaan aliran uang, baik yang masuk maupun yang keluar dari saudara SDW di koperasi,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026.
Pernyataan ini menegaskan bahwa penyidik sedang menelusuri bukan hanya jumlah dana, tetapi juga tujuan dan konteks dari transaksi tersebut.
KPK Telusuri Motif dan Modus Aliran Dana
KPK menilai bahwa setiap aliran uang yang tidak wajar perlu dicermati lebih jauh. Terlebih jika uang tersebut mengalir melalui lembaga yang secara umum dikenal sebagai wadah ekonomi masyarakat seperti koperasi.
Menurut Budi, KPK akan mendalami maksud dari pemasukan dan pengeluaran uang yang berkaitan dengan Sudewo. Namun, lembaga tersebut belum bersedia mengungkap total dana yang telah teridentifikasi dalam jalur koperasi tersebut.
“Ini nanti akan didalami, maksud dari mengapa ada uang-uang yang mengalir, baik masuk maupun keluar, berkaitan dengan saudara SDW ini, modusnya untuk apa,” ujar Budi.
Pendalaman ini menjadi bagian penting dari proses penyidikan, karena KPK harus membuktikan apakah transaksi tersebut memiliki kaitan dengan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan jabatan.
Koperasi sebagai Jalur Transaksi dalam Kasus Korupsi
Dalam banyak kasus korupsi, jalur koperasi atau badan usaha berbasis komunitas memang bisa dimanfaatkan untuk menyamarkan transaksi. Koperasi memiliki struktur yang melibatkan banyak anggota dan transaksi rutin yang bisa membuat arus dana tampak wajar di permukaan.
Namun, jika ditemukan adanya transaksi dalam jumlah besar atau tidak sesuai dengan aktivitas koperasi, hal itu bisa menjadi indikator adanya praktik penyimpangan.
KPK sering kali menelusuri jalur-jalur semacam ini untuk membongkar pola pencucian uang atau upaya menyembunyikan hasil tindak pidana korupsi.
Sudewo dan Status sebagai Bupati Nonaktif
Sudewo saat ini berstatus sebagai Bupati nonaktif Pati. Status nonaktif biasanya diberikan ketika seorang kepala daerah sedang menjalani proses hukum atau penyidikan dalam kasus tertentu.
Meski demikian, KPK tetap harus menjalankan proses sesuai aturan hukum, termasuk pemeriksaan saksi, penelusuran dokumen, serta pendalaman transaksi keuangan yang berkaitan.
Publik menaruh perhatian besar terhadap kasus ini karena melibatkan pejabat daerah yang memiliki kewenangan besar dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan di wilayahnya.
Transparansi dan Proses Hukum yang Berjalan
KPK menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti yang kuat. Pendalaman aliran uang melalui koperasi merupakan salah satu bagian dari strategi penyidik untuk menelusuri jaringan transaksi secara menyeluruh.
Dalam kasus-kasus korupsi, aliran dana sering kali tidak hanya melibatkan satu jalur. Ada kemungkinan dana mengalir melalui rekening pihak ketiga, badan usaha, yayasan, hingga koperasi.
Karena itu, KPK menekankan pentingnya pemeriksaan detail untuk memastikan motif serta tujuan dari transaksi yang ditemukan.
Dampak Kasus Korupsi terhadap Kepercayaan Publik
Kasus yang melibatkan pejabat daerah seperti ini juga menjadi pengingat bahwa korupsi memiliki dampak luas, bukan hanya pada pelaku, tetapi juga pada masyarakat.
Ketika seorang kepala daerah tersandung dugaan korupsi, hal itu dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, menghambat pembangunan, serta merusak tata kelola pemerintahan yang seharusnya transparan.
KPK berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan kepastian dan menjadi pembelajaran agar praktik serupa tidak terulang.
KPK Masih Enggan Ungkap Detail Dana
Meski penyidikan terus berjalan, KPK belum mengungkap secara rinci total uang yang terafiliasi dengan Sudewo dalam jalur koperasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan penyidikan serta mencegah terganggunya proses pengumpulan bukti.
Biasanya, detail lebih lengkap akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai atau ketika perkara masuk tahap persidangan.
Penutup: Pendalaman Masih Berlanjut
KPK memastikan bahwa pendalaman aliran uang yang terhubung dengan Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi masih terus berlangsung. Pemeriksaan saksi dan penelusuran transaksi menjadi langkah penting untuk mengungkap motif serta modus dugaan aliran dana tersebut.
Publik kini menanti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang sedang berjalan, sembari berharap agar penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan tuntas demi menjaga integritas pemerintahan.
Baca juga : Survei Indikator: Kepuasan Publik pada Prabowo 79,9%
Cek Juga Artikel Dari Platform : radarjawa

